Saturday, June 29, 2013
Tere Liye, buku "Berjuta Rasanya" & "Sepotong Hati yang Baru"
Thursday, June 27, 2013
Childhood Never Ends, Right?
Member:
- Berada di lingkungan yang sebagian besar teman seumuran adalah cowok tidak membuatku keki dan membuat gap sendiri. Malah, aku merasa nyaman sekali dengan mereka. Bermain dengan mereka, apa saja, membuatku merasa jadi superman versi cewek alias tomboy tapi tetap unyu. Satu orang yang sampai-sampai dihafal orang tuaku adalah Dany. Satu orang ini nggak pernah sungkan main ke rumah. Ngobrol lama, main geje-gejean sampai maghrib terus siap-siap salat di Langgar depan rumah. Sampai-sampai aku pun dihafal oleh Ibu Dany. Biasanya kita suka saingan masalah pelajaran karena kebetulan seumuran. Tapi aku selalu yakin dia itu memang lebih pinter dari aku. Kalau lagi nggak ada temen cewek yang main, pasti nyarinya Dany. Entah tanya adiknya atau ke siapa. Sampai aku nggak sadar kalau ada perasaan lain yang tumbuh di dia. Bayangkan. SD. Katanya dari kelas dua atau tiga gitu. Tapi aku nggak pernah nyadar. Baru kelas enam SD aku paham (polos banget aku). Kudu ngguyu. Cuma ya namanya anak-anak. Pokoknya satu orang ini muesti ada.
- Ada lagi namanya Ardi. Nah, kalau yang ini setahun di bawah umurku. Anaknya lucu pol. Mesti sering ketahuan aku kalo dia lagi melakukan hal konyol yang bodoh. Entah pura-pura bertapa atau apa. Terus nanti kalo ketahuan pasti aku dikejar dan dianiaya. Tapi namanya juga aku berpenyakit usil akut ya tak terusin aja. Rumahnya selalu asik dibuat melekan. Apalagi kalo jaman piala dunia atau EURO pasti nonton dirumahnya. Sampe kadang aku pulang kerumah udah dikunci pintunya terus aku nangis di depan rumah. Ardi ini juga temen yang asik buat nemenin. Jadi kalo nggak Dany yang ada, ya Ardi.
- Ayu sama Fika. Seenggaknya ini dua cewek yang sering keluar. Jadi total cewek di rumah itu cuma 5 orang berbanding jumlah cowok yang bejibun banyaknya. Kita ini lucu, sering tengkar karena masalah kecil, rebut-rebutan jadi sahabat sampai surat-suratan yang isinya sama topiknya. "Persahabatan kita apa harus berhenti disini aja?" Hahaha, go home, guys. You're drunk.
- Selain itu ada Mas Ipul sama Mas Dendy. Suka sok-sokan tua dan sok paling ngerti semuanya (dulu, sekarang udah enggak). Sukanya bohongin anak kecil. Jadi pas aku SD, mereka udah SMP gitu.
- Terus ada adikku Wildan, ada Fiko adiknya Fika, Rudy, Antok, Hendra, Puji, Edi anak cina, Rahman dan Denis (rumahnya asik buat main soalnya ibunya gaul abis), Risal adiknya Dany yang sering di-bully soalnya, kayak masnya, suka pake urat kalo ngomong. Hahaha. Yang cewek dua ada Shifak sama Kak Salwa yang kebetulan adik kakak tapi sepertinya mereka sibuk sama teman main lainnya jadi jarang sama kita. Tapi, Shifak ini selalu jadi orang pertama yang minal aidzin-an sama aku pas lebaran. Selalu.
Saturday, June 22, 2013
:"
Biarkanlah hari terus berlari
Tetaplah jadi manusia mulia, apa pun yang terjadi
Janganlah galau dengan tiap kejadian sehari-hari
Karena tak ada yang abadi, semua kan datang dan pergi
Jadilah pemberani melawan rasa takutmu sendiri
Karena lapang dan tulus adalah dirimu sejati
Janganlah pandang hina musuhmu
Karena jika ia menghinamu, itu ujian tersendiri bagimu
Takkan abadi segala suka serta lara
Takkan kekal segala sengsara serta sejahtera
Merantaulah. Gapailah setinggi-tingginya impianmu
Bepergianlah. Maka ada lima keutamaan untukmu
Melipur duka dan memulai penghidupan baru
Memperkaya budi, pergaulan yang terpuji,
Serta meluaskan ilmu
Diadaptasi dari bait syair-syair Imam Syafi'i (767-820 M)
Saya menemukannya di novel yang sedang saya baca. Rantau 1 Muara, novel terakhir trilogi Negeri 5 Menara
Monday, June 17, 2013
Hujan Bulan Juni
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
Thursday, June 06, 2013
If it must be, then let it be :)
Stevie Wonder - That's what friends are for
And I never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned
I'm glad I got the chance to say That I do believe I love you
And if I should ever go away
Well then close your eyes and try
To feel the way we do today and then if you can remember
Keep smilin', keep shinin'
Knowing you can always count on me for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
Thursday, May 30, 2013
Saturday, May 25, 2013
Selalu Ada Saja :)
Something simple that I often forget. Something beauty that I never realized. Thanks to you guys for the prayers, for the times that you spent with me, and for everything I hardly counts. And, Allah, You just always be The One who makes simple thing can be so awesome in its own way. I feel, oh, so blessed.
Terima kasih yang tiada tara kepada Allah SWT karena selalu memberi lebih dan lebih, mengartikan keinginanku bahkan sebelum aku dapat mengartikannya. Mengemas sesuatu yang sederhana menjadi luar biasa berharga. Dan aku yakin, terima kasih untuk Yang Maha Agung ini tidak akan pernah selesai jika aku mulai menghitung dan menyebut satu persatu. Terima kasih untuk hidup yang seringkali aku lupa pada setiap hal berharga di dalamnya. Alhamdulillahi robbil aalamiin..