Showing posts with label Activities. Show all posts
Showing posts with label Activities. Show all posts

Tuesday, February 17, 2015

Counting

Menghitung. Menghitung.
Ini saya sedang menghitung waktu dan rencana. Mulai dari kewajiban hingga hak-hak yang seringnya terlewatkan. Apalah sudah, bukan bermaksud tidak menikmati kewajiban yang ada. Tapi ada list yang meronta untuk diwujudkan. Apalah daya, rasanya waktu semakin menghimpit sedangkan diri ini tidak tahu kapan hitungan ini berhenti.
Saya sungguh ingin mendaki gunung.
Beberapa orang akan berkata "hanya wacana", padahal mereka tidak mengerti diri ini ingin sekali mewujudkannya. Beberapa mimpi ingin menikmati ombak dan pasir di batas daratan. Beberapa mimpi ingin menikmati bianglala di taman hiburan. Permintaan yang banyak menurutmu? Saya tidak yakin apakah itu disebut terlalu serakah atau foya-foya. Sekarang sering sekali merasa bahwa waktu luang adalah nikmat yang kita remehkan. Mungkin hanya butuh berkata iya saat ada yang mengajak. Atau butuh ditemani saat semua orang sibuk dengan urusan masing-masing. Anggaplah sebagai ibadah karena alam untuk dinikmati dan memuji nama-Nya.

Ayo jalan-jalan.

Thursday, August 21, 2014

Jengkel.

Kalau hati sedang runyam, jengkel sekali dengan seseorang, berusaha mengikhlaskan juga masih susah. Namanya hati, ternyata tidak bisa dipaksa meski telah ada niat baik untuk ikhlas.
Yang perlu dilakukan ambil pelajaran saja, lalu berdoa. Agar tidak melakukan hal yang sama yang dilakukan orang itu karena hati ini pernah diperlakukan tidak enak. Agar tidak membuat orang lain jengkel juga.

Karena sesungguhnya saat seseorang telah jengkel atas perbuatanmu maupun ucapanmu, penulis di pundak tidak pernah salah mencatat. Tahu tidak kalau itu juga dapat berpengaruh pada keturunanmu nanti. Tuhan Maha Adil, Tuhan Maha Baik, Tuhan Maha Keren. Tidak ingin kan kalau keturunan kita diperlakukan tidak enak oleh orang lain akibat kita sekarang yang tidak dapat menjaga diri dari yang bathil.

Ikhlas, ya. Mungkin orangnya memang sedang sensi dan banyak mau seperti biasa. Mungkin memang gaya bicaranya menyebalkan. Atau saya sendiri yang emosinya lagi jenuh sama urusan yang menumpuk-numpuk. Yang penting kalau sudah tahu jelek ya jangan ditiru. Ini masih hal kecil, ada hal yang jaaaaauh lebih besar dari ini. SEMANGAT REVISI! Ada yang menanti senyum bangga saya.

Thursday, January 02, 2014

Tentang berbagi dan mencintai.

Pertama, tidak ada yang memaksa saya ketika pertama kali saya mengiyakan untuk menjalani peran yang sekarang menjadi tanggung jawab saya. Tidak ada. Jika lain cerita, meski ada pun, bukan berarti itu salah orang yang memaksa saya, karena apa-apa yang diputuskan seseorang dalam hidupnya sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya sendiri dengan menikmati semua konsekuensi yang ada. Itu perlu dicatat, dipahami, dan ditekankan.

Kedua, saya mempunyai tanggung jawab menjalani dari awal hingga akhir, membuat apa-apa yang sedang saya usahakan menjadi baik. Tanggung jawab itu bukan sekadar menjalani dengan apa adanya, melainkan tentang perencanaan matang dan target-target serta mimpi-mimpi.

Ketiga, pernahkah saya merasa lelah dengan keadaan yang menjemukan, bahkan mungkin pada keadaan non ideal yang terjadi? Tentu saja sering. Tapi yang perlu diingat, saya tidak pernah harus berjuang sendiri. Selalu ada orang-orang yang membantu saya, membuat saya merasa bahwa pada akhirnya memang manusia diprogram bukan hanya tentang intelegensia melainkan tentang hati. Adakah orang yang selalu merasa sendiri? Selalu? Ah, tentu tidak. Saya pun pernah mengalami perasaan sendirian itu. Pada akhirnya, memang perasaan kitalah yang salah, melenceng, bahwa pada dasarnya kita tidak pernah dibiarkan sendiri. Hanya tentang kita sendiri yang terkadang tidak ingin diganggu.

Ini tentang saya dan keluarga saya. Keluarga yang tanpa ikatan darah. Mengapa saya masih ingin memperjuangkannya?

Seseorang berani memperjuangkan sesuatu mungkin karena dua alasan. Pertama, karena merasa mencintai dan menyukai apa yang ia kerjakan. Kedua, karena ia merasa ketika bukan ia yang berada dalam lingkar perjuangan estafet itu, lalu siapa lagi? Saya berada dimana? Jangan tanya.

Saya mencintai apa yang sedang saya kerjakan dan saya merasa memang jika bukan kami, siapa lagi? Ada hal yang perlu diluruskan, bahwa memperjuangkan berarti bukan tentang pribadimu sendiri. Ketika kamu masih merasa egois dan berkutat dengan dirimu sendiri, saya sarankan berhentilah. Karena saat apa-apa yang kamu harapkan tidak tercapai, kamu akan marah. Bukan, semua ini bukan tentang aku atau kamu. Ini tentang berusaha membaikkan suatu hal yang ingin kita ubah. Ini tentang keikhlasan merelakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk senantiasa berbagi. Ini tentang keniatanku, keniatanmu, semangatku, semangatmu, untuk percaya kepada mimpi.

Ikhlas itu susah.  Iya. Omong kosong ketika seseorang berkata ilmu ikhlas itu mudah. Tapi, ikhlaslah untuk memberi dan temukan alasan mengapa kamu harus ikhlas dengan itu. Maka setelah itu, yang kamu tahu adalah kamu tidak pernah merasa kehilangan apapun.

Merasa capeklah ketika harus capek, yang perlu kita sadar adalah, sadar dirilah. Ketika kita baru memberi seberat kapas, bagaimana dengan yang telah memberikan semangka.

Ini bukan tentang aku, bukan tentang kamu, sungguh.
Ketika bukan lagi pribadi yang diperjuangkan maka kamu tidak akan merasa sendirian.
Maka, ketika kamu belum menemukan alasanmu, carilah alasanmu berada di sini, bersama kami.
Dan ingatlah, bahwa kita bukan hanya tentang kabinet, staf ahli, dan staf muda.
Ini tentang berbagi dan mencintai, berjuang dan bangkit bersama. Bukan tentang aku atau kamu.


Izzah Aula Wardah, Kepala Biro Kaderisasi
Kepengurusan HIMA ELKA 2013/2014

Tentang perempuan, buku, baju, dan sepatu.

Maaf, bisa saya spesifikkan lagi yang dimaksud perempuan mungkin difokuskan kepada saya. Saya, buku, baju, dan sepatu. Yang perlu diketahui, ketiga hal itu memang perempuan banget. Tapi saya jadi paham yang dimaksud dengan kepuasan semu dan hakiki. Kepuasan semu itu bisa dianalogikan ketika kamu sangat tersilaukan oleh benda-benda tersebut, namun setelah itu, kamu akan menyesal membelinya, membuatmu boros setengah mati. Dan yang tertinggal hanya ratapan ke dalam dompet dengan bunyi "hiks". Itu terjadi ketika kamu melihat baju dan sepatu yang menarik. Untungnyaaaaa, saya tidak boros-boros amat. Hanya saja kalau memang sudah kepingin beli bangeeet, harus nahan-nahan.
Berbeda dengan analogi kepuasan hakiki. Kepuasan hakiki itu bisa dianalogikan ketika kamu mengunjungi toko buku. Di sana, kamu akan menyukai begitu banyak buku, sama halnya ketika kamu menyukai baju dan sepatu. Hanya saja kamu dapat membacanya, entah hanya pada sampul belakang atau kebetulan menemukan buku yang sudah tidak tersegel (biasanya kalau saya sudah terlanjur SANGAT tertarik, sedikit merusak segel bisa kali ya). Hal menariknya adalah, sesingkat apapun waktumu membacanya, kamu akan memasuki dunia di mana hanya ada tentang kamu dan buku itu. Melupakan semua hal yang membuatmu resah, marah, jengkel, rindu, bahagia, dan lain sebagainya. Dan dunia baru yang kamu kunjungi memang tidak selalu menyenangkan, tapi kamu bisa beralih ke buku yang lain untuk mencari dunia yang menyenangkan. Jadi, saya selalu tahu harus berlari ke mana selain bersujud. Bukankah ibadah bukan hanya tentang berada di atas sajadah? Mencari ilmu juga ibadah, kan?

"Sebaik-baik teman duduk adalah buku." - La Tahzan Book

Thursday, December 26, 2013

Resolusi Tahun 2014

Nah, ini ceritanya dibuat sekarang biar sempet di-posting ke Blog sebelum Tahun Baru, mengingat ada (uhuk) outbond di depan mata dan ada (uhuk) postest serta demo, nggak yakin bakal sempet diposting.
Wihi, sudah hampir tahun baru, setelah emosi yang begitu bergolak tahun ini, setelah semesteran yang kacau balau, setelah semangat belajar yang cuma intip-intip tenggelam, dan setelah kehilangan orang terkasih (ayah), sepertinya sedang dibutuhkan resolusi tahun baru biar lebih terarah.

Here, we go:

  • Istirahat berkualitas, sadar diri kalau badan saya sudah sedikit terjadi degradasi level kesehatan, tapi bukan berarti dimanja
  • Solat dhuhanya semoga semakin di-istiqomahkan mengingat seringnya pagi-pagi tepar, Insya Allah dhuhanya bagus, rezeki lahir dan batin dilancarkan. Aamiin.
  • Nggak baca Quran sama terjemahannya doang, semoga tahun 2014 jadi tahun yang produktif buat hafalan Quran, Kalo boleh jujur, ketajaman menghafal yang miris harus segera diubah. "Aku mengadukan kepada kyai Waki' tentang buruknya hafalanku, lalu beliau menasehati ku untuk meninggalkan semua maksiat." - Imam Syafi'i
  • Be clean. Oke, kudu bersih. Kamar, badan, rumah, dll.
  • Nabung! Nabung! Ada target yang harus kamu penuhi tahun depan
  • Belajar masak. Seenggaknya, kalau memang sibuk sekali, ya seminggu sekali lah masak, atau pas masuk siang
  • Difokuskan TA, judul sederhana dan mengena dan ngga bikin stres? hahaha
  • Hobi belajar bahasa asing harus mulai jalan lagi
  • Hobi jurnalistik. Hiks. Mau memperdalam lagi.
  • Kepemaduan.
  • Buat HIMA ELKA totalitas deh.
  • Buat Ibu, ngga muluk-muluk. Nggak bikin kuatir, selalu ada waktu buat keluarga, bikin bangga sudah cukup. (Wah, berarti target IP 3,5)


ini fix, sampe segitu dulu, bukan berarti menutup kemungkinan ada rencana resolusi edisi revisi.
Anyway, ini ditekankan sama orang-orang yang hobi ngepo blog saya, ngepo dalam arti setelah saya menulis sesuatu yang seringnya menyangkut masalah perasaan langsung suka mbully habis-habisan dan nggak tahu diri karena saya puitis hahaha (ya mohon maaf, bukan salah saya kalo saya jadi perpaduan sanguinis-melankolis dan, well, benar sekali ini buat kalian anak kelas, buat kalian ELKA2011), minta tolong jadi kontroller saya, minta tolong jadi pengawas saya, yang kalo misal saya lengah sama resolusi yang sudah saya tulis sendiri, tolong diingatkan.
Terima kasih.

Remember. Usaha dan doa berbanding lurus dengan ketercapaian.

Thursday, June 27, 2013

Childhood Never Ends, Right?

Sudah hal lumrah kalau manusia akan lupa. Jadi, lewat tulisan tidak resmi ini, aku ingin menulis dan merekam semua yang aku bisa tentang kalian, tentang masa kecilku, tentang rasa cemas sepele yang kita anggap begitu besar dulu. Selalu tentang kalian, teman yang tidak pernah lupa akan tempat pulang, sahabat yang akan mudah sekali ditemukan bahkan sebelum aku mencari, dan juga tentang perasaan yang tidak ingin kehilangan.

Member:
  • Berada di lingkungan yang sebagian besar teman seumuran adalah cowok tidak membuatku keki dan membuat gap sendiri. Malah, aku merasa nyaman sekali dengan mereka. Bermain dengan mereka, apa saja, membuatku merasa jadi superman versi cewek alias tomboy tapi tetap unyu. Satu orang yang sampai-sampai dihafal orang tuaku adalah Dany. Satu orang ini nggak pernah sungkan main ke rumah. Ngobrol lama, main geje-gejean sampai maghrib terus siap-siap salat di Langgar depan rumah. Sampai-sampai aku pun dihafal oleh Ibu Dany. Biasanya kita suka saingan masalah pelajaran karena kebetulan seumuran. Tapi aku selalu yakin dia itu memang lebih pinter dari aku. Kalau lagi nggak ada temen cewek yang main, pasti nyarinya Dany. Entah tanya adiknya atau ke siapa. Sampai aku nggak sadar kalau ada perasaan lain yang tumbuh di dia. Bayangkan. SD. Katanya dari kelas dua atau tiga gitu. Tapi aku nggak pernah nyadar. Baru kelas enam SD aku paham (polos banget aku). Kudu ngguyu. Cuma ya namanya anak-anak. Pokoknya satu orang ini muesti ada. 
  • Ada lagi namanya Ardi. Nah, kalau yang ini setahun di bawah umurku. Anaknya lucu pol. Mesti sering ketahuan aku kalo dia lagi melakukan hal konyol yang bodoh. Entah pura-pura bertapa atau apa. Terus nanti kalo ketahuan pasti aku dikejar dan dianiaya. Tapi namanya juga aku berpenyakit usil akut ya tak terusin aja. Rumahnya selalu asik dibuat melekan. Apalagi kalo jaman piala dunia atau EURO pasti nonton dirumahnya. Sampe kadang aku pulang kerumah udah dikunci pintunya terus aku nangis di depan rumah. Ardi ini juga temen yang asik buat nemenin. Jadi kalo nggak Dany yang ada, ya Ardi.
  • Ayu sama Fika. Seenggaknya ini dua cewek yang sering keluar. Jadi total cewek di rumah itu cuma 5 orang berbanding jumlah cowok yang bejibun banyaknya. Kita ini lucu, sering tengkar karena masalah kecil, rebut-rebutan jadi sahabat sampai surat-suratan yang isinya sama topiknya. "Persahabatan kita apa harus berhenti disini aja?" Hahaha, go home, guys. You're drunk. 
  • Selain itu ada Mas Ipul sama Mas Dendy. Suka sok-sokan tua dan sok paling ngerti semuanya (dulu, sekarang udah enggak). Sukanya bohongin anak kecil. Jadi pas aku SD, mereka udah SMP gitu.
  • Terus ada adikku Wildan, ada Fiko adiknya Fika, Rudy, Antok, Hendra, Puji, Edi anak cina, Rahman dan Denis (rumahnya asik buat main soalnya ibunya gaul abis), Risal adiknya Dany yang sering di-bully soalnya, kayak masnya, suka pake urat kalo ngomong. Hahaha. Yang cewek dua ada Shifak sama Kak Salwa yang kebetulan adik kakak tapi sepertinya mereka sibuk sama teman main lainnya jadi jarang sama kita. Tapi, Shifak ini selalu jadi orang pertama yang minal aidzin-an sama aku pas lebaran. Selalu.
Oke, cukup sampai di sini dulu kali ini. Selalu banyak cerita mengenai mereka dan jika dilanjutkan pada post ini lama kelamaan akan menjadi hal yang membosankan.

Thursday, April 11, 2013

Keluarga baru

Namanya FEEDBACK. Itu adalah nama yang penyusunannya butuh perjuangan ekstra pikiran penyatuan 30 orang luar biasa di lingkunganku yang paling nyaman selain rumah. Nama itu, yang seharusnya telah ada sejak semester 1, baru tercetus saat akhir semester 2.
Family of Electronic Engineering D4 B 2011, Active, Creative, and Knowledgeable
Sedikit muluk memang. Tapi susunan kata itu adalah kata yang mudah diingat dan memiliki makna yang dalam.
Ide nama FEEDBACK telah diubah berulang kali hingga berlabuh pada satu nama itu. Pencetusnya adalah seorang aktivis yang kelewat aktif, Rio namanya. Sedangkan yang lain menghiasi dengan kepanjangan singkatan agar terlihat lebih kece.
Jargon kami pun berubah-ubah. Sejak awal, jargon kami telah ada dulu sebelum singkatan kelas kami terbentuk. Kami memiliki pemahaman bahwa jargon itu bukan sesuatu yang tetap sehingga kami melakukan pemolesan habis-habisan agar terkesan up-to-date.
MANTAP DANCUOCOK DANPUITER.
Jargon pertama kami jika diucapkan lantang dan beramai-ramai akan menimbulkan ambiguitas kata yang sedikit tidak pantas. Tapi di situlah letak keunikannya. Bagaimana jargon tersebut menyatukan kami dalam tawa yang sedikit urakan dan gaya yang khas. Sayangnya, jargon itu kami anggap terlalu panjang.
UWUWU
Jargon yang bertolak belakang dengan jargon pertama kami. Kesan unyu dan lembut bak kucing persia dicerminkan di jargon ini. Terkadang aku berpikir bahwa di balik berjubel cowok di kelas tetap masih ada cewek yang membuat suasana kelas menjadi manis.
NGESHENG
Jujur, agak merasa terkejut dan, um, istilahnya yeyek saat tiba-tiba jargon unyu bertransformasi menjadi sesuatu yang tidak asyik diucapkan. Tapi apa daya, Adit, pakar bahasa alay di kelas, telah mem-booming-kan kata tabu itu. Dan herannya, jargon ini bertahan hingga saat ini dan aku hampir lupa sejak kapan aku merasa baik-baik saja.
Kalau Adit bilang sih sejenis, "APA?! APA KAMU SAKIT JIWA?"

Saturday, September 22, 2012

Pelatihan Pemandu Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa 2012


21 September 2012 - Saya secara dadakan bertekad bulat untuk mengikuti Pelatihan Pemandu Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (PP LKMM) 2012 ini. Ingat kan bagaimana kesempatan datang? Saya tidak akan menyia-nyiakannya.
Hari terakhir pendaftaran saya baru membuat esai dan persyaratan lain. Terima kasih kepada Retno karena membantu saya banyak sekali untuk mendaftar.

Thursday, July 12, 2012

#FEEDBACK Trip To Bandung Part 1

Sebelum Kamis, 28 Juni 2012

Usaha dan apresiasi luar biasa untuk Feedback tersayang karena berusaha dengan begitu keras dan semangat agar meringankan beban pembayaran tiap anggota Feedback untuk ke Bandung. Perlu diketahui bahwa motif kami ke Bandung di samping ingin mendukung tim robot PENS pada KRN 2012, kami juga ingin mengadakan pariwisata kelas untuk mempererat hubungan persaudaraan kami dengan evaluasi dan acara menyenangkan. itulah sebabnya kelas kami tidak ikut rombongan dan kutegaskan hal itu bukan karena eksklusivisme kelas.
Perjuangan dimulai saat mendekati acara pencoblosan suksesi HIMA ELKA 2012/2013 yang akhirnya pembuatan kotak suara dan bilik suara dilakukan di rumah saudara kami, Elfaruri Nurfi (sekarang sudah diterima snmptn di Teknik Industri ITS) dengan SDM dari Feedback saja.

Sunday, May 27, 2012

19 Tahun

23 Mei 2012. Ulang tahunku yang kesembilan belas. Lebih spesial dari ulang tahunku sebelum-sebelumnya? Jujur, aku tidak tahu bagaimana mengukurnya. Menurutku setiap tanggal ini selalu menjadi hal yang biasa saja bagiku. Karena aku sedikit tidak suka terlalu menjadi terlihat. Tapi, aku tidak akan munafik ketika aku bilang aku menyukai apa yang semua orang lakukan. Itu semua benar-benar manis.

Apa yang membuat ulang tahun ini begitu penting? Banyak, sungguh banyak sekali. Apalagi mengingat ini adalah ulang tahunku yang terakhir dengan titel "belas tahun". Ah, ternyata sudah hampir tua ya.
Aku tidak akan membicarakan hadiah yang kuterima karena seperti kataku kepada salah seorang sahabat:
Hadiah terindah tidak diukur dari seberapa indah hadiah itu, seberapa mahal hadiah itu, dan seberapa penting hadiah itu. Melainkan yang berasal dari hati, yang ketika ditatap memiliki arti tersendiri, yang jika diingat memiliki kenangan yang tak tergantikan.

Tuesday, January 31, 2012

#Brandcap Trip To Batu

Monday, 30 January 2012, Eccy, Deby, Jiji, Choi, Ainun, Devri, Ibib, and me visited Batu, My favorite place ever. Well, we decided to visit it because #Brandcap hasn't had any journey in this semester. so, these are some pictures taken by Eccy with her NIKON :3

Yeah, We're ready for the trip B-)

Friday, January 27, 2012

Touring #D4EB2011 To Balekambang Beach, Malang

Well, I am not in a good mood to say something about our lovely journey. So, here is the photos (with me inside it) but there are more photos but I don't have it now.
Check this out:


Wednesday, January 11, 2012

PERPISAHAN KELAS BRANDCAP PART-4

Selasa, 10 Mei 2011
Mess Tirta Indah


Sore hari, masih di tempat yang sama, Mess Tirta Indah. Kami sekelompok anak #Brandcap lebih banyak glundang-glundung setelah aktivitas melelahkan hari itu. Barusan sehat lalu keluar kamar, aku melihat anak #Brandcap terbagi menjadi tiga bagian.
Yang pertama memasak di dapur, golongan anak paling rajin dan penopang asupan gizi.
Yang kedua di atas, bermain gitar, sekadar mengobrol, tidur siang, dan karaoke.
Yang ketiga di ruang keluarga lantai bawah bermain monopoli dan uno.
Aku “terombang-ambing“ (Ekay banget). Emang dasarnya tidak bisa diam jadinya aku berkeliling ke tempat berbeda-beda. Hingga saking bosannya turun ke tempat kolam renang, naik lagi, naik ke lantai dua, ke dapur, dan kembali ke ruang keluarga.
Kolam renang terlihat kumuh karena banyak handuk berjejer di jemuran.

Friday, January 06, 2012

PERPISAHAN KELAS BRANDCAP PART-3

Selasa, 10 Mei 2011
Mess Tirta Indah


Selamat pagi, manis. Selamat pagi, dunia. Selamat pagi #Brandcap unyu-ku. *soundtrack lagu anak gembala-nya Tasya #gaknyambung*

Bangun subuh, salat, ada yang tidur lagi, ada yang kowa-kowo, dan ada yang mulai berlarian kesana kemari.
Kita duduk di depan tv berusaha mengumpulkan nyawa kita. Ada yang memasak air dan membuat mie gelas, pop mie, kopi, energen, dan lainnya. Lama-kelamaan memang terasa laparnya.


Wednesday, January 04, 2012

Kaleidoskop 2011: Amazing year

January 2011
  • Happy new year all! it was 2011 and my classmates held a new year's eve event at Tanjung's house (vice leader of the class) but I didn't attend it because I was too afraid to get my parents' permission. We were at twelfth grade now and our schedule was about studying hard and harder.

Saturday, December 31, 2011

Resolusi Tahun 2012

Oke, sebelum memasuki tahun baru 2012, aku harus menyusun resolusi hidupku pada tahun selanjutnya.
Resolusiku harus berisi tentang introspeksi dan evaluasi diri agar pada tahun berikutnya target-targetku tercapai dan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Thursday, December 29, 2011

My New Family In My New Surrounding

Lewat sudah masa SMA, masa paling galau karena aku masih labil banget dan bla-bla-bla.
Mikirin masa depan tapi cuma pada batas-batas tertentu. Pengennya ya seneng-seneng dan lain-lain.
Mindset macam itulah yang nantinya akan merusak bangsa ini. Daaaan, itulah gunanya ospek dan pengaderan, kawan. Pikiran negatif tentang pengaderan? Buang jauh-jauh pikiran itu. Kalian bakal dapat banyak manfaat daaan kalian akan sedikit rindu (uhuk, kayak aku).
Dikader itu... umm... pertamanya aku takut sih dan pikiran "wah mau diapain ya?" pasti ada. Tapi beneran deh, nyesel kalo jadi macam boycotter lah atau apa lah itu.

Oke, balik ke judul. Keluarga baru? Bukan berarti aku melupakan keluarga lamaku lho. Keluarga lamaku tetep keluargaku dan akan selalu begitu. Keluarga baru di sini ya keluarga yang bakal lama menemaniku.

My ELKA ORRA ARISTO :3

Mahasiswa aktif elektronika PENS-ITS menjemput para wisudawan dan wisudawati di Graha ITS. Wuah, meriah banget pokoknya daaaan temen-temen pada semangat buanget buat njemput mereka. Gila-gilaan nyanyi sampe suara serak, jargon bolak-balik.
*umm iya aku tau telat banget aku posting sekarang tapi nggak afdhol kalo nggak di-posting sama sekali -___-

Thursday, December 22, 2011

PERPISAHAN KELAS BRANDCAP PART-2

Senin, 9 Mei 2011

Mess Tirta Indah



Ah, Akhirnya kita sampai. Iya, kita semua anak Brandcap sudah sampai di Mess Tirta Indah pas depannya Hotel Purnama. Kita, Anak Brandcap alias Brandalan Kecap alias Barisan anak IPA 8 Keren dan Cakap, langsung masuk ke dalam Mess yang belum pernah kita kunjungi itu (kecuali untuk anak-anak yang sudah survei tempat). Tempatnya besar, gaes. Enak. Dipakai untuk gulung-gulung sampe ngglundung masuk kolam renang juga bisa (aduh! Ya mana bisa). Hal pertama yang kita lakukan adalah menaruh semua barang ke dalam Mess. Dan, membayar uang muka sebesar 50% kepada Pak, eh pak siapa ya?? eh siapa yang inget?? entar dikomen namanya bapak yang berjasa ini ya.

Monday, December 19, 2011

PERPISAHAN KELAS BRANDCAP PART-1

Minggu, 8 Mei 2011


Sebenarnya tidak ada yang penting tapi jasa-jasa teman-teman kita inilah yang banyak sekali membantu menyebarkan sms.

  • Meidiandini Ayu Fatimah 
  • Eka Yuniarti 
  • Gabriela Erika Putriadi 
  • Anisah Fathinah 
  • Azmil Muftaqor Imami 
  • Ibrahim Azmi dan Choirul Ichwan (oke, untuk yang ini, sepertinya memberikan pelajaran untukku agar tidak menyuruh mereka lagi menyebarkan sms 'sepenting' rapat Brandcap lagi. Karena saat kubilang "tolong sms semua anak" itu berarti aku benar-benar memaksudkan 'semuanyaaaa'.) 
p.s.: maaf jika ada yang belum kucantumkan tapi sebenarnya kalian semua SANGAT BERJASAAAA
Dan perlu diingat, besok berkumpul setengah enam pagi di GO meski disangnya baru akan datang selambat-lambatnya jam tujuh. Tapi, halo, ini 'kita', anak-anak yang biasanya molor.