Friday, April 04, 2014

Hati ini

Ya Allah, maka milikilah hati ini sepenuhnya. Sehingga aku akan selalu bersyukur dengan apa yang Engkau beri, ikhlas dengan apa yang Engkau ujikan terhadapku.

Ya Allah, buatlah hati ini selalu mengingat-Mu. Sehingga hati ini jauh dari apa-apa yang Engkau benci, hati ini terjaga dari apa-apa yang tidak seharusnya kucintai melebihi-Mu.

Penuhilah hati ini dengan semua hal tentang-Mu. Sehingga aku tidak akan merasa sendiri. Sehingga pikiran ini tidak pernah jauh memikirkan apa yang seharusnya tidak dipikirkan.

Sebab hati ini terlalu luas untuk diberikan kepada manusia. Maka untuk-Mu, semoga hati ini selalu berlabuh. Sehingga aku akan mencintai dengan cara-Mu.

Menyakiti yang tidak perlu sakit

Mungkin tidak perlu dipegang erat-erat, ditatap lamat-lamat, diharapkan tinggi-tinggi.
Karena hakikatnya 4 perkara yang ditakdirkan dengan pasti tidak akan pernah tertukar. Kalau memang takdirmu, sejauh apapun kamu menghindari akan kembali padamu. Pun ketika bukan takdirmu, dikejar bagaimana pun tidak akan didapatkan.
Karena hakikatnya menjadi kuat bukan berarti dapat memegang dengan erat melainkan melepaskan dengan lapang dada dan harapan.

Hujan dan Awan

Kalau awan menampung air hujan hingga tumpah, aku ingin menjadi tempatmu berteduh saat muram hingga kau basah dengan air mata.

Kalau awan tetap bertahan di tempatnya berkawan dengan langit, aku ingin menjadi tempatmu lalu meninggikanmu, membuatmu terbang dengan caraku.

Kalau perjalanan air hujan begitu panjang untuk kembali ke awan, aku ingin menjadi tempatmu yang nyaman untuk bermuara di akhir perjalanan.

Sebab tidak harus tentang sempurna untuk bertahan. Mungkin tentang kesediaan bersama. Mungkin tentang tekad dan keyakinan untuk berjuang. Atau mungkin karena ada kebaikan di sana.

Sebab, tidak pernah ada dua hal menjadi satu untuk saling meniadakan, melainkan untuk saling melengkapi.

Maka tetaplah berteduh di sini. Menjadikannya rumah singgah yang tidak pernah ditinggalkan.

Thursday, March 27, 2014

Teman hidup itu tentang keyakinan berjuang bersama, saling menerima apa adanya, dan berusaha menjadi lebih baik, serta yang berani ke rumah orang tuamu. :D
Ketika kamu merasa selalu membicarakan sesuatu dengannya, entah serumit pikiranmu yang sekusut benang atau hal sederhana tentang menu sarapan pagi, mungkin ia adalah orang yang kamu anggap akan selalu bersamamu. Menjadi teman hidup, mungkin?

Wednesday, March 26, 2014

Kata "benci" itu kata yang paling saya benci. Jadi biasanya, saya lebih menyukai menyebut "tidak suka" daripada "benci" karena terkesan tidak enak dibaca dan didengar, dan terkesan jahat. Kecuali saya memang benar-benar tidak suka. Mungkin disebut "benci" bisa.

Tuesday, March 18, 2014

Akhir



Yang kita sangka adalah ‘akhir’ sebuah perjalanan, justeru kadang adalah ‘awal’ perjalanan yang lebih panjang.

Menikah, itu bukan akhir kisah cinta, tapi adalah awal kehidupan cinta yang lebih besar, lebih banyak masalah, dan lebih menuntut semua persiapan—bukan sekedar cinta.

Lulus sekolah, itu bukan akhir kisah pendidikan, tapi adalah awal kehidupan pembelajaran yang lebih berkelok, lebih serius, lebih menuntut semua persiapan—bukan sekadar ijasah.

Maka, mari menyiapkan diri untuk awal perjalanan berikutnya yangn sudah menunggu, bukan sekedar tiba di akhir perjalanan sekarang.

-tere liye-

Friday, March 07, 2014

Memeluk hujan

Karena hujan adalah bentuk keindahan tersembunyi.
Karena hujan adalah bahasa hati yang tersusun sedikit berantakan.
Karena hujan adalah pesan yang ingin disampaikan tapi tidak ingin didengar.
Karena hujan adalah cerita yang memiliki banyak versi berbeda.
Karena hujan adalah aku dan kamu menjadi kita.

Maka aku akan memeluk hujan, dengan doa-doa dan harapan.