Thursday, September 04, 2014

Tuhan Sedang Cemburu

Tuhan sedang cemburu habis-habisan kepadaku. Alhamdulillah.
Kalau sedang dicemburui begini, jadi susah konsennya kemana-mana. Sedikit jauh dari keramaian, melamun dan mudah terbawa sedih. Mau mengerjakan apa-apa juga akhirnya galau sendiri. Ih.
Tapi yang penting doanya harus semakin keren. Kalau dicemburui begini, berarti masalah yang datang juga bakal keren, jadi ini tandanya mau naik level. Sudah ada tangganya. Tinggal memilih mau naik atau tidak. Kalau sudah memilih naik, harusnya usahanya juga keren biar levelnya keren.

Terima kasih sudah cemburu, Tuhan. Terima kasih sudah menyayangiku sebegini kerennya. Yang ini, saya nggak mau menyerah.

Wednesday, September 03, 2014

Angkuh dan Tuli

"Inna sa'yakum lasyattaa"
Sungguh usaha manusia itu bermacam-macam. (QS. Al-Lail:4)

"Kamu, tidak pernah ada yang memaksa kamu harus berjuang seberapa gigih atau seberapa keras tentang sesuatu. Lagi-lagi karena parameter setiap orang itu berbeda dan tidak mungkin kamu memuaskan setiap orang. Yang perlu diingat, jangan pernah menjadi angkuh dan tuli, merasa paling sempurna dan tidak melihat sekitar. Berusahalah yang baik, karena usaha selalu berbanding lurus dengan hasil. Jangan melupakan lingkunganmu. Jangan pernah lelah untuk berbagi. Karena kamu akan merasa kaya saat kamu memberi banyak. Barakallah kamu."

Tulisan itu sengaja kutulis untukku sendiri, sebagai pengingat diri. Sengaja kutulis di catatan kuliah, rapat, dan curhat dalam satu buku yang sama. Buku yang kubeli bersamanya.

Ada pesan singkat yang lumayan panjang yang sengaja kusimpan. Pesan singkat bernada sarkas namun berpuisi dan bersajak. Tumben sekali kan? 
Itu adalah pesan singkat yang selalu membuatku sedih ketika membacanya. Meski begitu beberapa hari ini pesan itu selalu kubaca. Bukan karena sakit hati, namun karena aku tahu aku salah dan aku tahu apa yang dikatakannya tentangku benar.

Ini tentang aku yang terlalu merasa sempurna akan sesuatu. Tentangku yang terlalu meminta banyak. Tentangku yang lupa. Tentangku yang telah menjadi angkuh dan tuli. Tentangku yang menyakiti orang yang seharusnya tidak kusakiti, setidaknya dia tidak pantas disakiti.


This is how you should remember that no one is perfect. People look perfect because they see the beautiful details of their imperfection.

Sunday, August 31, 2014

You're Mine :3







Wallahu a'lam, Insya Allah.
Amin.

( posting unyu :3 )

Thursday, August 21, 2014

Jengkel.

Kalau hati sedang runyam, jengkel sekali dengan seseorang, berusaha mengikhlaskan juga masih susah. Namanya hati, ternyata tidak bisa dipaksa meski telah ada niat baik untuk ikhlas.
Yang perlu dilakukan ambil pelajaran saja, lalu berdoa. Agar tidak melakukan hal yang sama yang dilakukan orang itu karena hati ini pernah diperlakukan tidak enak. Agar tidak membuat orang lain jengkel juga.

Karena sesungguhnya saat seseorang telah jengkel atas perbuatanmu maupun ucapanmu, penulis di pundak tidak pernah salah mencatat. Tahu tidak kalau itu juga dapat berpengaruh pada keturunanmu nanti. Tuhan Maha Adil, Tuhan Maha Baik, Tuhan Maha Keren. Tidak ingin kan kalau keturunan kita diperlakukan tidak enak oleh orang lain akibat kita sekarang yang tidak dapat menjaga diri dari yang bathil.

Ikhlas, ya. Mungkin orangnya memang sedang sensi dan banyak mau seperti biasa. Mungkin memang gaya bicaranya menyebalkan. Atau saya sendiri yang emosinya lagi jenuh sama urusan yang menumpuk-numpuk. Yang penting kalau sudah tahu jelek ya jangan ditiru. Ini masih hal kecil, ada hal yang jaaaaauh lebih besar dari ini. SEMANGAT REVISI! Ada yang menanti senyum bangga saya.

Sunday, August 10, 2014

"Bertahanlah ketika kamu mengenal seseorang yang dengannya kamu merasa menjadi lebih baik, lebih sabar, lebih menghargai hidup, lebih berpikir positif padahal dia tidak pernah mengatur-mengatur atau menyuruhmu untuk berubah."
-Kurniawan Gunadi

Hai, kamu. :3

Sunday, August 03, 2014

Bertanya tentang perasaan abadi dan tidak setengah-setengah? Tanyakan perempuan, mereka ahli sekali dalam hal itu.

Karena perasaan itu fluktuatif. Tergantung cara merawat dan menjaga lewat komitmen :3

Sesungguhnya, kehidupan, rezeki, jodoh, dan kematian merupakan ketetapan yang telah tertulis dalam Lauhul Mahfuz yang tidak akan pernah meleset.

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. (QS. Ali Imran [3]: 145).