Sunday, August 31, 2014

You're Mine :3







Wallahu a'lam, Insya Allah.
Amin.

( posting unyu :3 )

Thursday, August 21, 2014

Jengkel.

Kalau hati sedang runyam, jengkel sekali dengan seseorang, berusaha mengikhlaskan juga masih susah. Namanya hati, ternyata tidak bisa dipaksa meski telah ada niat baik untuk ikhlas.
Yang perlu dilakukan ambil pelajaran saja, lalu berdoa. Agar tidak melakukan hal yang sama yang dilakukan orang itu karena hati ini pernah diperlakukan tidak enak. Agar tidak membuat orang lain jengkel juga.

Karena sesungguhnya saat seseorang telah jengkel atas perbuatanmu maupun ucapanmu, penulis di pundak tidak pernah salah mencatat. Tahu tidak kalau itu juga dapat berpengaruh pada keturunanmu nanti. Tuhan Maha Adil, Tuhan Maha Baik, Tuhan Maha Keren. Tidak ingin kan kalau keturunan kita diperlakukan tidak enak oleh orang lain akibat kita sekarang yang tidak dapat menjaga diri dari yang bathil.

Ikhlas, ya. Mungkin orangnya memang sedang sensi dan banyak mau seperti biasa. Mungkin memang gaya bicaranya menyebalkan. Atau saya sendiri yang emosinya lagi jenuh sama urusan yang menumpuk-numpuk. Yang penting kalau sudah tahu jelek ya jangan ditiru. Ini masih hal kecil, ada hal yang jaaaaauh lebih besar dari ini. SEMANGAT REVISI! Ada yang menanti senyum bangga saya.

Sunday, August 10, 2014

"Bertahanlah ketika kamu mengenal seseorang yang dengannya kamu merasa menjadi lebih baik, lebih sabar, lebih menghargai hidup, lebih berpikir positif padahal dia tidak pernah mengatur-mengatur atau menyuruhmu untuk berubah."
-Kurniawan Gunadi

Hai, kamu. :3

Sunday, August 03, 2014

Bertanya tentang perasaan abadi dan tidak setengah-setengah? Tanyakan perempuan, mereka ahli sekali dalam hal itu.

Karena perasaan itu fluktuatif. Tergantung cara merawat dan menjaga lewat komitmen :3

Sesungguhnya, kehidupan, rezeki, jodoh, dan kematian merupakan ketetapan yang telah tertulis dalam Lauhul Mahfuz yang tidak akan pernah meleset.

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. (QS. Ali Imran [3]: 145).

Wednesday, July 23, 2014

Bijaksana

Hati kita kadang harus terluka. Agar kita tahu bagaimana rasanya dikhianati. Agar kita tidak mengkhianati. Hidup kita kadang harus hancur. Agar kita tahu bagaimana rasanya dicaci. Agar kita tidak ikut mencaci. Pikiran kita kadang harus jenuh. Agar kita tahu bagaimana rasanya dijauhi. Agar kita tidak menjauhi.

Seluruh cerita hidup kita kadang harus acak-acakan, harus banyak lubang, terluka di sana-sini. Agar kita tahu bagaimana rasanya dibenci, ditinggalkan, ditipu, diolok-olok, diasingkan, dibiarkan. Agar kita tidak menjadi bagian dari orang-orang yang merusak cerita hidup orang lain.

Seluruh cinta kita kadang harus hancur berantakan. Agar kita tahu bagaimana rasanya tidak berbalas, tahu bagaimana rasanya khawatir, menunggu, ditunggu, diburu waktu, dikhianati, bertepuk sebelah tangan, berharap, bersatu. Agar cinta kita menjadi lebih bijaksana, tidak gegabah dalam mengambil keputusannya.

Hidup kita kadang harus seperti itu. Hanya agar kita tahu bagaimana rasanya. Agar kita belajar dan menjadi lebih bijaksana.

-Kurniawan Gunadi

Sunday, July 20, 2014

Busana dan Kekuatan Hati

"Ya ampun... kangen poool aku sama kamu. Susahnyaaaa kalo mau ketemu kamu itu. Zah, aslinya aku kepingin kayak kamu, jadi hijaber yang sungguhan hijaber, yang bener. Pake rok gitu. Keliatan cewek banget, suka ngelihatnya. Pokoknya yang kayak kamu. Kamu kok bisa jadi kayak gitu?"

Seketika merasa tertohok sekali dengan komentar dan pertanyaan semacam ini. Ingin sepertiku, katanya. Dilihat dari mananya? Saat bercermin pun aku masih tidak tahu mana yang pantas dibilang "ingin sepertiku".

Komentar itu seperti pisau dan juga seperti obatnya. Komentar itu melukaiku seperti pisau, karena diri ini sadar bahwa begitu kurang sempurnanya aku dalam mata kebaikan. Di sisi lain, itu menyadarkanku bahwa dari mana pun kita dilihat oleh orang lain, maka kita harus bertanggung jawab tentang apa yang kita kenakan, tentang citra yang kita tunjukkan pada orang lain. Bahwa ketika kita dinilai dari sikap, maka kita harus bertanggung jawab memiliki sikap dan sifat yang sama. Tidak munafik.

Aji ning rogo soko busono lan aji ning ati soko lathi (Kekuatan kebaikan Raga berasal dari cara berbusana dan kekuatan kebaikan hati berasal dari ucapan.)

Sudah dinilai baik dalam berbusana (alhamdulillah), maka harus baik dalam mencerminkannya melalui sikap. Dari situlah seharusnya sikap bermuara pada sifat, dan sifat akan mencerminkan kekuatan hati kita.
Harus lebih banyak bercermin dan memperbaiki diri.

Terima kasih sudah diingatkan. Barakallah.