Bagaimana rupamu masa depan? Apakah masih sama seperti janji yang kau ucapkan dulu. Bahwa niat itu masih sama. Mengajakku bersama menjalani hari hingga nanti. Masihkah seperti sepasang doa yang saling menjaga?
Telinga ini begitu mengingat senandung yang pernah kau lantunkan hingga membuat hujan di sudut mata. Apakah telingamu menjadi begitu lelah mendengarku bicara?
Kalau aku meminta hatimu untuk tetap terjaga, egoiskah, masa depan? Untuk terjaga dari janji yang kau usahakan untukku.
Tuesday, December 30, 2014
Monday, December 29, 2014
Friday, December 05, 2014
Kepada Wanita,
Dia yang mengalihkan duniamu belum tentu memperjuangkanmu. Namun, dia yang memperjuangkanmu akan mengalihkan dan mewarnai duniamu seiring berjalannnya waktu.
-Kurniawan Gunadi
Thursday, November 27, 2014
Saturday, November 15, 2014
Belajar Bareng Hati ._.
"Karena hati bukan untuk kau turuti senangnya saja, tetapi untuk diajari."
Lagi-lagi teringat kata-kata itu. Pada akhirnya, memang susah mengajari hati untuk mengerti. Bukan semudah otak yang dapat diajari lalu paham. Hati begitu berbeda. Bahkan setelah belajar bertahun-tahun pun, hati dapat melakukan kesalahan yang sama hanya karena picuan kecil, karena ketidaksengajaan kecil.
Mungkin lewat keegoisan menuruti hatimu, yang kamu sadar itu salah atau akan benar-benar salah ketika diteruskan. Tapi tetap kamu melakukannya. Kenapa menurutmu dapat seperti itu?
Atau mungkin lewat cara yang menyakiti, tentang berhenti peduli.
Hati harus banyak-banyak belajar berpikir sebelum bertindak. Karena hatimu harus diajari menghargai hati-hati yang lain. Karena hatimu harus paham menjaga hatinya. Karena hatimu adalah sumber dimana semua hal bermuara.
Maka berikan hatimu kepada yang berhak memilikinya.
Hatimu harus bahagia, dengan cara yang baik.
Lagi-lagi teringat kata-kata itu. Pada akhirnya, memang susah mengajari hati untuk mengerti. Bukan semudah otak yang dapat diajari lalu paham. Hati begitu berbeda. Bahkan setelah belajar bertahun-tahun pun, hati dapat melakukan kesalahan yang sama hanya karena picuan kecil, karena ketidaksengajaan kecil.
Mungkin lewat keegoisan menuruti hatimu, yang kamu sadar itu salah atau akan benar-benar salah ketika diteruskan. Tapi tetap kamu melakukannya. Kenapa menurutmu dapat seperti itu?
Atau mungkin lewat cara yang menyakiti, tentang berhenti peduli.
Hati harus banyak-banyak belajar berpikir sebelum bertindak. Karena hatimu harus diajari menghargai hati-hati yang lain. Karena hatimu harus paham menjaga hatinya. Karena hatimu adalah sumber dimana semua hal bermuara.
Maka berikan hatimu kepada yang berhak memilikinya.
Hatimu harus bahagia, dengan cara yang baik.
Posted in:
babbling,
Heart matters
Wednesday, November 12, 2014
Tiga perkara.
"Tiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius, yakni nikah, talak, dan rujuk." HR. Abu Daud.
See? Hati-hati dalam berucap ya agen Allah.
See? Hati-hati dalam berucap ya agen Allah.
Posted in:
Hadits,
Heart matters,
Islam,
Relationships,
tausiyah
Subscribe to:
Posts (Atom)

