Monday, February 06, 2012

Sepucuk Surat Untuk Anakku Kelak

Kepada anakku, yang bayangmu masih samar di sela mimpiku,

Anakku, mungkin kau belum mengenalku. Perkenalkan, aku adalah ibumu. Kenapa aku menuliskan tulisan ini? Agar kelak kau dapat membacanya. Saat kau sudah cukup besar dan mengerti susunan kata.

Anakku, kita akan sangat lama terpisah. Tapi aku sudah rindu padamu meski aku belum mengetahui siapa ayahmu kelak. Mungkin doa kami berdua masih tergantung di langit, menunggu dikabulkan dan mengantri dengan doa-doa lain di sana. Dan mungkin kita akan dipertemukan di saat yang indah.

Nak, aku berjanji, kelak aku akan menjadi ibu yang baik dan selalu menjagamu sejak kau masih berupa segumpal darah dalam perutku. Aku akan terus merawatmu sejak kau baru ditiupkan roh oleh Allah. Aku akan rajin berolahraga, dan selalu menjaga apa yang akan kumakan. Aku akan mengajakmu jalan-jalan bersama calon ayahmu. kami akan sering membacakan Surat Yusuf. Karena katanya, bila sedang hamil sering melantunkan surat tersebut, maka bayinya akan tampan. Dan surat An-Nisa agar kelask bila bayi perempuan, saat besar nanti akan menjadi wanita yang cantik dan saleha. Aku akan menceritakan banyak hal padamu.
Ketika aku melahirkanmu, aku akan berjuang sekuat tenaga agar kita berdua selamat, dan kita dapat mendengarkan ayahmu mengazanimu. Kakek dan nenek juga akan ada menantimu lahir. Iya, mereka adalah orangtuaku yang mendidikku hingga menjadi seperti ini, anakku. Dan mereka akan terus mengajariku cara merawatmu dengan baik.
Tak lama setelah itu, kita akan memasuki rumah kita. Rumah yang akan menjadi naungan keluarga kita nantinya, yang akan terus mendekatkan kita.
Saat kau masih sangat membutuhkanku, aku akan selalu ada 24 jam untukmu. Pekerjaan bukanlah prioritasku saat ini. Nanti ada saatnya untuk itu. Tapi untuk sekarang, kaulah yang akan selalu ada di dekatku. Aku dan ayahmu tidak akan berhenti mengajarimu hal-hal yang baru. Kami akan mengajarimu berjalan, makan sendiri, yang baik dan buruk, dan beribadah. Ah ya, kau akan mengenal Allah melalui kami. Kami akan memperkenalkanmu pada Sang Agung yang telah mempertemukan kita, nak. Dan kau akan selalu bersyukur kepada-Nya atas apa yang Ia berikan kepada kita. Kau anak yang ceria maka kami akan mengajarimu cara mengusir sedih. Kau anak yang semangat maka kami akan mengajarimu bangkit dari keterpurukan. Kau tidak akan pernah mengenal kata menyerah. Kau anak yang hebat, maka kami tidak akan membiarkan pikiran negatif hinggap di pikiranmu.

Nak, kami akan mengajarimu bayak hal tapi kami tidak akan memaksamu melakukan hal-hal yang tidak kausukai. Semua pilihan akan kami berikan padamu tapi kami tidak akan pernah berhenti membimbingmu.
Saat kau memasuki bangku sekolah, kau akan banyak mendapatkan teman baru dan mereka akan selalu berusaha ada untukmu meski tidak seperti aku, yang akan selalu ada di sampingmu. Aku akan selalu membantumu menyelesaikan semua permasalahanmu tanpa terlalu ikut campur.
Nak, sekarang kau sudah SMA. Kami benar-benar telah memberikan semua keputusan hidupmu di tanganmu sendiri. Kami percaya kau akan mengambil keputusan yang tepat dan meraih semua mimpimu.
Kau akan mendapatkan banyak teman saat SMA, ya, sebuah lagu bilang itu adalah saat-saat paling indah di sekolah. Nikmatilah saat itu tanpa melewati batasan-batasan yang telah ada. Tapi jangan pernah lupa dengan kewajibanmu yang utama.
Lalu, tak terasa kau telah menjadi seorang mahasiswa. Kau telah tumbuh dewasa tanpa kusadari kecepatannya. Sekarang, kau benar-benar menjalani kehidupanmu sendiri. Aku akan melepasmu, nak. Tapi belum sepenuhnya. Aku akan benar-benar melepasmu saat seorang pria mapan dan sholeh akan datang kerumah tempat aku membesarkanmu. Ia akan meminangmu saat itu dan kau akan setuju. Saat itu, mungkin yang bisa aku dan ayahmu lakukan adalah memutar semua video kenangan kami bersamamu saat kami masih sebesar genggaman.

Tak lama waktu berselang, kau akan berperan sebagai aku dengan anak yang manis sepertimu. Aku pun akan menjadi seperti nenekmu pada akhirnya.

Nak, raihlah apa pun cita-cita muliamu itu. Aku hanya bisa berdoa untukmu agar kau lancar dalam hidupmu hingga kau ke fase yang bahkan aku pun kini belum merasakannya. Semoga kau mendapatkan wanita/lelaki yang baik untuk duniamu dan akhiratmu.

May Allah always bless you, my child

p.s.: Ini tulisan sudah lama sekali dan malu mau di-publish di blog, sekarang saya lagi berusaha memberanikan diri

2 comments: